Penulis: Annora Levinawati

Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan material genetik baik dari sel, bakteri, atau virus. Teknik PCR bekerja dengan cara mengamplifikasi atau memperbanyak DNA atau RNA dari sampel yang diperiksa agar dapat dengan mudah mendeteksi keberadaan material genetik tertentu.
PCR Konvensional
PCR konvensional merupakan metode PCR yang memberikan hasil akhir dari suatu reaksi dan bersifat kualitatif atau semi-kualitatif sehingga cocok untuk penggandaan DNA tanpa harus mengukur jumlahnya.
- PCR konvensional dilakukan untuk menggandakan DNA dalam jumlah besar yang akan dianalisis setelah reaksi PCR selesai.
- Analisis hasil PCR dilakukan secara terpisah setelah reaksi PCR karena menggunakan metode deteksi akhir dan elektroforesis agarosa gel yang memerlukan waktu lama untuk mendapatkan hasil.
- Memberikan hasil dalam bentuk kualitatif atau semi-kualitatif sehingga kita dapat mengetahui terjadinya amplifikasi atau tidak namun tidak dapat memberikan data kuantitatif secara akurat.
- PCR konvensional lebih sesuai untuk pemurnian DNA, sekuens DNA, atau perbandingan kualitatif antar sampel.
Real-Time PCR
Real time PCR merupakan suatu metode qPCR yang dapat memberikan hasil kuantitatif secara real time dan lebih akurat. Real time PCR biasa dilakukan untuk penentuan kuantitas DNA dalam sampel.
- Real time PCR didesain untuk memberikan hasil kuantitatif secara langsung selama proses amplifikasi agar dapat langsung dilakukan pengukuran jumlah DNA target.
- Proses amplifikasinya menggunakan metode deteksi sehingga dapat mengobservasi dan mengukur jumlah DNA target selama proses PCR.
- Data kuantitatif yang dihasilkan berhubungan langsung dengan jumlah target DNA sampel.
- Real time PCR dilakukan untuk menentukan jumlah salinan gen target, mengukur ekspresi gen, mendeteksi dan mengukur jumlah mikroorganisme dalam sampel.