Bioteknologi Modern & Tradisional

Penulis: Aloysius Vito Christantyo

Bioteknologi adalah cabang Ilmu Biologi yang memanfaatkan Organisme hidup atau bagian-bagian, seperti sela tau enzim untuk menghasilkan produk dan layanan yang berguna bagi manusia. Perkembangan Bioteknologi dibagi menjadi 3 tipe fase utama. Fase pertama adalah Bioteknologi Tradisional yang sudah dikenal sejak 6000 SM, di mana manusia menggunakan Mikroorganisme secara alami dalam proses fermentasi makanan seperti roti, tape, tempe dan kecap tanpa dasar ilmiah. Fase kedua, dikenal sebagai Bioteknologi Klasik atau Ilmiah, berkembang sekitar abad ke 19. Pada fase ini, Bioteknologi mulai didasarkan pada pengetahuan ilmiah, seperti Studi Fermentasi dan Penemuan Antibiotik termasuk produksi penisilin. Fase ketiga adalah Bioteknologi Modern  yang dimulai setelah Perang Dunia II dan ditandai dengan penemuan teknologi DNA Rekombinan, Rekayasa Genetika, Kultur Jaringan, hingga pemanfaatan Enzim dalam Industri.

Secara umum, Bioteknologi dibedakan menjadi dua jenis utama: Tradisional dan Modern. Bioteknologi Tradisional menggunakan Mikroorganisme secara utuh dan alami dalam proses produksi seperti fermentasi makanan. Sementara itu, Bioteknologi Modern menggunakan teknik dan alat canggih, seperti Rekayasa Genetika, manipulasi DNA dan Teknologi Kultur Sel untuk menghasilkan produk yang lebih kompleks dan efisien, seperti tanaman transgenic, hormon insulin sintetis dan bayi tabung. Tujuan utama Bioteknologi adalah untuk menciptakan produk atau proses yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, lingkungan, industry dan energi.

Penerapan Bioteknologi sangat luas, antara lain di bidang pangan (seperti produksi yoghurt, keju dan roti), bidang medis (pembuatan vaksin, antibiotic dan terapi gen), serta bidang lingkungan (bioremediasi limbah menggunakan Mikroorganisme). Selain itu, Bioteknologi juga berperan dalam produksi energi terbarukan seperti Biogas dan Biotanol, serta membantu meningkatkan kualitas ternak dan tanaman. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, bioteknologi juga memiliki potensi dampak negative, seperti risiko penyebaran organisme hasil rekayasa genetika ke alam bebas, berkurangnya keanekaragaman hayati, dan kemungkinan munculnya reaksi alergi dari produk GMO.

Setelah kita membahas pengertian 2 jenis utama dari Bioteknologi di atas (Tradisional & Modern). Sekarang kita akan membahas ciri-ciri dari 2 jenis utama tersebut:

Bioteknologi ModernBioteknologi Tradisional
Memanfaatkan Mikroorganisme secara tidak langsung dan umumnya berupa bagian tertentu saja.Memanfaatkan Mikroorganisme secara langsung dan utuh
Memanfaatkan cara atau prinsip yang modern atau lebih canggih yaitu berupa Rekayasa Genetika atau Modifikasi Gen dan Teknologi ReproduksiMemanfaatkan cara atau prinsip yang alami umumnya menggunakan prinsip fermentasi
Menggunakan alat dan bahan yang canggih dan modernMenggunakan alat dan bahan yang sederhana
Membutuhkan keahlian khusus dalam pembuatannyaTidak memerlukan keahlian khusus dalam pembuatannya
Skala Produksi umumnya besar dan dengan biaya yang relative mahal.Skala produksi kecil dan biaya yang digunakan relatif lebih murah

Metode Bioteknologi

Ternyata, Bioteknologi mempunyai beberapa hal yang menguntungkan manusia loh! Apa aja ya?! Simak penjelasan ini ya!

  • Organisme

Contohnya adalah pembuatan Wine. Ragi memakan gula yang terdapat dalam sari anggur, lalu mengeluarkan Alcohol dan Karbondioksida sebagai produk sampingannya.

  • Bagian dari Organisme

Dalam bidang Kedokteran, Bioteknologi dapat dibilang merupakan anugerah karena untuk meingkatkan standar kehidupan yang sehat. Dulu, Vaksin Hepatitis B diamil dari darah orang yang pernah terkena penyakit tersebut. Namun, dibutuhkan darah yang sangat banyak sehingga proses menyakitkan bagi donor. Selain itu, bisa terjadi reaksi negative bagi penerima darah. Dengan kemajuan Bioteknologi, vaksin baru yang sintetis mulai diproduksi menggunakan bagian kecil virus pathogen (Vaksin Hepatitis B Rekombinan). Studi menunjukkan bahwa tidak mungkin terkena Hepatitis B jika sudah di suntik Vaksin Rekombinan. Vaksin tersebut juga dikenal sebagai Vaksin Antikanker pertama yang membantu menurunkan kemungkinan terkena kanker hati.

  • Proses Biologis

Pernah melihat Nasi Emas? Sesuai dengan namanya, beras ini memiliki warna yang tidak biasa yaitu Kuning. Ternyata, warna beras hasil Rekayasa Genetika ini berasal dari Betaroten, yakni pigmen warna merah dan oranye yang diubah menjadi Vitamin A dalam tubuh. Beras Emas diproduksi karena daerah-daerah yang kekurangan Vitamin A memakan nasi sebagai bahan makanan pokok.

Secara keseluruhan, Bioteknologi telah mengalami perkembangan pesat dari metode sederhana hingga teknologi modern yang kompleks. Ke depan, Bioteknologi akan terus menjadi pilar penting dalam pemecahan berbagai tantangan Global, meskipun tetap perlu diimbangi dengan pengawasan Etis dan Ekologis yang ketat.

REFERENCES:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top