Trik Mudah Mengenali Bakteri dengan Pewarnaan Gram

Penulis: Annora Levinawati

Pewarnaan Gram atau bisa dikenal metode Gram merupakan metode pewarnaan untuk mengidentifikasi bakteri berdasarkan komposisi dan struktur dinding sel. Metode ini dapat membagi bakteri menjadi bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Salah satu contoh dari bakteri Gram positif adalah Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif adalah Escherichia coli.

Bakteri Gram positif (Staphylococcus Aureus)

Bakteri ini memiliki dinding sel yang tebal (15-80 nm) dengan kandungan peptidoglikan lebih dari 50%. Kandungan lipid yang dimilikinya juga lebih rendah daripada bakteri Gram negatif yaitu sebesar 1-4%. Bakteri Gram positif akan terlihat berwarna ungu ketika dilakukan pewarnaan Gram karena lapisan tebal peptidoglikan yang mampu mempertahankan pewarna gentian violet.

Bakteri Gram negatif (Escherichia coli)

Bakteri Gram negatif memiliki dinding sel tipis dengan tiga lapisan yaitu: (1) Lapisan luar yang banyak mengandung lipopolisakarida (LPS), (2) Lapisan tengah yang mengandung sedikit peptidoglikan sebesar 10-20%, dan (3) Lapisan dalam. Kandungan lipid yang dimilikinya lebih tinggi daripada Gram positif yaitu 11-22%. Bakteri Gram negatif akan terlihat berwarna merah ketika pewarnaan Gram karena dinding selnya yang tipis tidak dapat menahan pewarna gentian violet.

Prosedur pewarnaan Gram

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk identifikasi bakteri dengan metode pewarnaan Gram:

  1. Membersihkan kaca preparat dengan alkohol
  2. Memberikan 1-2 tetes akuades steril di atas kaca preparat
  3. Mengambil koloni bakteri dengan jarum ose lalu letakkan di atas aquades steril dan sebarkan hingga merata
  4. Mengeringkan kaca preparat dengan udara dan dipanaskan sedikit dengan nyala api 
  5. Memberikan 2-3 tetes kristal violet pada kaca preparat dan diamkan selama 1 menit kemudian bilas dengan akuades mengalir
  6. Memberikan 2-3 tetes larutan lugol pada kaca preparat dan diamkan selama 1 menit kemudian bilas dengan akuades mengalir
  7. Memberikan beberapa tetes alkohol pada kaca preparat dan diamkan selama 30 detik kemudian bilas dengan akuades mengalir
  8. Memberikan beberapa tetes safranin pada kaca preparat dan diamkan selama 30 detik kemudian bilas dengan akuades mengalir
  9. Mengeringkan kaca preparat dan amati dengan mikroskop

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top