Penulis: Rafiqa Putri Shabrina
Bumi telah dirasa semakin tua. Hutan, tumbuhan, pohon kini tak lagi memberikan kesejukan seperti beberapa tahun yang lalu. Terasa bahwa akhir-akhir ini cuaca dapat terasa sangat panas dan berubah begitu saja menjadi dingin. Kondisi demikian dapat dikatakan dengan perubahan iklim. Secara global, perubahan iklim disebut sebagai fenomena pemanasan permukaan bumi, dimana terjadi peningkatan gas rumah kaca pada lapisan atmosfer dan berlangsung untuk jangka waktu tertentu. Perubahan iklim ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
- Rusaknya lapisan ozon
- Terganggunya fungsi hutan
- Emisi gas buang kendaraan
Apakah anda tahu bahwa baru-baru ini terdapat temuan yang dilakukan oleh tim peneliti internasional, bahwa jumlah karbon dioksida (CO2) yang diserap oleh tanah untuk sementara waktu telah menurun pada 2023. Hutan, tanaman, dan tanah hampir tidak menyerap karbon pada tahun 2023 yang tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah.
Hutan yang menjadi hunian bagi sekitar sepertiga dari jumlah karbon yang ditemukan di daratan, telah mengalami penurunan tajam dalam penyerapan jumlah karbon yang biasanya diserap. Penurunan dalam penyerapan karbon yang lebih dari sepertiga kapasitas ini disebabkan tidak lain karena krisis iklim, kebakaran, dan penebangan hutan secara besar-besaran.
Lantas, apa yang dirasakan bagi kehidupan masyarakat ketika karbon dioksida yang berkeliaran di udara bebas tidak lagi diserap oleh pohon?
Ketika terjadi temperatur yang tinggi tingkat fotosintesis yang melibatkan karbon dalam jumlah besar akan menurun. Tingkat fotosintesis yang rendah akan berakibat pada berkurangnya produktivitas tanaman. Hal ini akan mengakibatkan terhambatnya siklus hara yang berjalan di atmosfer, sehingga hara yang dibutuhkan dalam jumlah besar seperti air akan sulit didapatkan. Sulitnya ketersediaan air mengakibatkan sejumlah organisme ataupun tempat akan mengalami cekaman kekeringan.
Untuk menghentikan ini, diperlukannya upaya yang mendukung aksi nyata seperti pengurangan efek gas rumah kaca, serta beralihnya bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan dapat dilakukan oleh berbagai pihak guna mencegah krisis iklim yang berkelanjutan.